Rabu, 04 Januari 2012

Moon Drowning In Your Face

Novel karya Darwis Tere-Liye yang judulnya Moon Drowning in Your Face, ada sebuah potongan paragraf yang tertulis seperti ini, "Setiap keputusan yang akan mereka ambil, setiap kenyataan yang harus mereka hadapi, kejadian-kejadian menyakitkan, kejadian-kejadian menyenangkan, itu semua akan mereka sadari sebagai bagian dari siklus bola raksasa yang indah, yang akan menjadi sebab-akibat bagi orang lain. Dia akan selalu berharap perbuatannya berakibat baik ke orang lain." Lalu, sebuah kesadaran timbul di benak sederhanaku ini, bahwa setiap garis takdir kita adalah saling berhubungan, masa lampau itu, masa kini dan terus terhubung ke masa datang nanti. Tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan. Bukankah tetesan air hujan di ujung dedaunan pun sudah ada takdirnya apakah ia akan jatuh menyatu dengan bumi atau tetap bertahan dan kemudian hilang menguap bersatu dengan udara lepas.

Sesaat setelah mmbacanya novel ini , aku mulai mencoba untuk menyisir setiap memory di labirin otakku, setiap penggalan kisah yang sudah terjadi, setiap rasa yang masih kukenali. Rasa yang mencoba untuk sok tahu, mencoba berani untuk membuat kesimpulan sendiri, mencoba merangkai ribuan puzle itu, dengan hati dan ketidak percayaan  diri. Ada beberapa yang mulai mengurai sendiri benang-benang kisah itu, namun masih banyak pula yang belum mampu ku pahami. Aku mengerti, bukankah ilmu Tuhan tak kan bisa kita kuasai semuanya, begitu pula rahasia Tuhan takkan bisa kita ungkap luas tabirnya.
Sedikit banyak aku pahami bahwa mungkin sebuah keterlambatan adalah proses untuk menyatukan waktu antara takdir ku dan takdir orang lain, bahwa tanpa sebuah keterlambatan maka takkan ada kisah kita yang seperti ini. Dan aku memahami bahwa mungkin sebuah kesedihan di awalnya adalah bagian dari penjelasan dan penegasan sebuah rasa yang ada, karena tanpa kisah sedih itu maka semuanya tetap kan menjadi datar, bayangan kata dan hantu masa hidup kita. Pun, pemahaman bahwa mungkin sebuah pertemuan adalah sebuah misi tersendiri. Bahwa kehadiran kita di dalam hidup orang lain adalah sebuah misi, jelas tujuan dan tenggat waktunya. Seberapa hebatpun perjuangan yang kita lakukan untuk memperpanjangnya, tetap takkan bisa. Dan aku terus mencoba untuk memahaminya sekarang.

Betapa Tuhan adalah sutradara terhebat, Betapa Tuhan adalah pemilik takdir hidup ini, Betapa Tuhan telah menetapkan seluruh detail itu, Tuhan itu memang Mahakeren ya....^_~

Betapa detail nya hidup kita. Hukum sebab akibat dari takdir ku mampu mempengaruhi bahkan merubah hidup orang lain. Begitupun sebaliknya, takdir hidup mu, nya, kalian, mampu mempengaruhi dan merubah hidupku. Dan setiap kisah kita saat ini akan menjadi asa untuk masa nanti, setiap kisah yang telah lalu akan menjadi hikmah untuk mengurai benang kusut tadi, dan kisah kita di masa nanti? kurasa kan tetap menjadi rahasia Illahi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar